Yurida: Prioritaskan Amanah
Mengabdi, meneruskan pembangunan dan mengejar ketertinggalan Kabupaten Lampung Tengah adalah menjadi lebih baik alas an mendasar mengapa Yurida ingin mengganti dan meneruskan cita-cita sang mendiang suami.
Berbekal dari pengalaman di dunia birokrasi pemerintahan yang digelutinya selama ini, wanita Kelahiran Jakarta, 26 Mei 1962 ini meyakini dengan ketulusan niat dan kesungguhan dari berbagai pihak yang terlibat di dalam pemerintahan tersebut, maka perubahan bukan satu hal yang mustahil dapat diraihnya.
Menjadikan Lampung Tengah sebagai sentra pertanian dan pendidikan adalah target utamanya ketika kelak ia diamanahi sebagai Bupati Lampung Tengah. “72 persen masyarakat Lampung Tengah bergelut di dunia agribisnis,” kata Yurida. Dari agribisnis itulah mestinya kabupaten terbesar di Lampung ini idealnya maju dari segala sektor.
Istri Almarhum Erwin Nizar, meskipun bukan asli putra daerah, tapi dirinya tampak menguasai kebutuhan masyarakat di sana. “Hampir seluruh penjuruh titik yang tersebar di Lampung Tengah telah ia sambangi, dari sanalah saya mendengarkan dan berbagi dengan masyarakat Lampung Tengah,” kata anak mantan Walikota Bandar Lampung di era1964 silam.
**
Sebagai informasi tambahan saja, Yurida sedari kecil berada dalam lingkungan figur-figur pemimpin. Ayahnya pernah menjadi Walikota Bandar Lampung di era 1964 dan suaminya pun pernah pula menjadi Bupati Lampung Barat. Menurut keterangan dari sejumlah pegawai pemerintahan Lampung Barat, semasa kepemimpinan suami Yurida (Alm. Erwin Nizar), mereka kerepotan dengan program kerja yang banyak serta didukung dengan dana yang banyak pula. Namun sekarang, mereka kebingungan mengadakan kegiatan karena tidak ada biaya.
Figure-figur itulah yang mempengaruhi sedikit banyaknya karakter ‘kepemimpinan’ pada diri Yurida. Menurut keterangan orang-orang terdekatnya, Yurida adalah pribadi yang konsisten dan sangat menjunjung tinggi amanah yang diembannya. Amanah menurutnya sesuatu yang harus diprioritaskan dalam hidupnya, karena itu nantinya akan dipertanggung jawabkan pada sang Khaliq. Yurida akan rela meninggalkan karir demi sebuah amanah.
Menurut Mufti Salim calon wakil Bupati yang akan berpasangan dengannya di pemilukada mendatang, sosok Yurida adalah pribadi yang arif. “Meskipun beliau seorang wanita, tapi beliau tidak mudah termakan dengan pengaduan dari bawahannya,” kata Mufti. Yurida cenderung mengendapkan setiap informasi negative yang masuk kepadanya, sampai dirinya mendapat sebuah penjelasan yang terang dari pihak yang bersangkutan.
Wanita low Profile ini terlahir semasa ayahnya mengeyam pendidikan S-1 Hukum. Yurida diambil dari kata Yuridis yang berarti 'Adil' sementara dalam agama Islam Yurida berarti 'Barokah'. Insya Allah wanita lembut ini akan bisa bersikap adil dan negeri yang dipimpinnya akan menuai barokah.[Ahnaf Wildani]