PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

You are here: Home

Yurida: Prioritaskan Amanah

Yurida. Itulah nama mendiang Istri Erwin Nizar (Mantan Bupati Lampung Barat). Nama Yurida mulai mencuat di panggung perpolitikan setelah ia menggantikan posisi suaminya yang telah pergi keharibaan, pasca kecelakaan maut awal tahun 2010. Erwin Nizar berpasangan dengan Mufti Salim sempat mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah di Lampung Tengah.

 

Mengabdi, meneruskan pembangunan dan mengejar ketertinggalan Kabupaten Lampung Tengah adalah menjadi lebih baik alas an mendasar mengapa Yurida ingin mengganti dan meneruskan cita-cita sang mendiang suami.

 

Berbekal dari pengalaman di dunia birokrasi pemerintahan yang digelutinya selama ini, wanita Kelahiran Jakarta, 26 Mei 1962 ini meyakini dengan ketulusan niat dan kesungguhan dari berbagai pihak yang terlibat di dalam pemerintahan tersebut, maka perubahan bukan satu hal yang mustahil dapat diraihnya.

 

Menjadikan Lampung Tengah sebagai sentra pertanian dan pendidikan adalah target utamanya ketika kelak ia diamanahi sebagai Bupati Lampung Tengah. “72 persen masyarakat Lampung Tengah bergelut di dunia agribisnis,” kata Yurida. Dari agribisnis itulah mestinya kabupaten terbesar di Lampung ini idealnya maju dari segala sektor.

 

Istri Almarhum Erwin Nizar, meskipun bukan asli putra daerah, tapi dirinya tampak menguasai kebutuhan masyarakat di sana. “Hampir seluruh penjuruh titik yang tersebar di Lampung Tengah telah ia sambangi, dari sanalah saya mendengarkan dan berbagi dengan masyarakat Lampung Tengah,” kata anak mantan Walikota Bandar Lampung di era1964 silam.

**

Sebagai informasi tambahan saja, Yurida sedari kecil berada dalam lingkungan figur-figur pemimpin. Ayahnya pernah menjadi Walikota Bandar Lampung di era 1964 dan suaminya pun pernah pula menjadi Bupati Lampung Barat. Menurut keterangan dari sejumlah pegawai pemerintahan Lampung Barat, semasa kepemimpinan suami Yurida (Alm. Erwin Nizar), mereka kerepotan dengan program kerja yang banyak serta didukung dengan dana yang banyak pula. Namun sekarang, mereka kebingungan mengadakan kegiatan karena tidak ada biaya.

 

Figure-figur itulah yang mempengaruhi sedikit banyaknya karakter ‘kepemimpinan’ pada diri Yurida. Menurut keterangan orang-orang terdekatnya, Yurida adalah pribadi yang konsisten dan sangat menjunjung tinggi amanah yang diembannya. Amanah menurutnya sesuatu yang harus diprioritaskan dalam hidupnya, karena itu nantinya akan dipertanggung jawabkan pada sang Khaliq. Yurida akan rela meninggalkan karir demi sebuah amanah.

 

Menurut Mufti Salim calon wakil Bupati yang akan berpasangan dengannya di pemilukada mendatang, sosok Yurida adalah pribadi yang arif. “Meskipun beliau seorang wanita, tapi beliau tidak mudah termakan dengan pengaduan dari bawahannya,” kata Mufti. Yurida cenderung mengendapkan setiap informasi negative yang masuk kepadanya, sampai dirinya mendapat sebuah penjelasan yang terang dari pihak yang bersangkutan.

 

Wanita low Profile ini terlahir semasa ayahnya mengeyam pendidikan S-1 Hukum. Yurida diambil dari kata Yuridis yang berarti 'Adil' sementara dalam agama Islam Yurida berarti 'Barokah'. Insya Allah wanita lembut ini akan bisa bersikap adil dan negeri yang dipimpinnya akan menuai barokah.[Ahnaf Wildani]

 

2.907 Siswa SMA se-Lampung Tidak Lulus UN

Senin, 26 April 2010, pengumuman kelulusan hasil Ujian Nasional (UN) setingkat Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Siswa yang dinyatakan lulus merayakan suka cita itu dengan kebiasaan mecoret-coret baju sekolah serta berkeliling seputar jalan dengan mengenakan kendaraan beroda dua. Sementara sebagian siswa lainnya menjerit histeris manakala mereka melihat hasil yang menyatakan mereka tidak lulus dalam UN.  

 

Pemandangan yang sangat ironis. Satu sisi sebagian siswa bersuka cita dengan mencoret-coret baju serta ngebut-ngebutan di jalan, sisi lainnya siswa histeris dengan perolehan nilai yang tidak memuaskan.

 

Kepala Dinas Pendidika Provinsi Lampung Jonshon Napitupulu menyebutkan dari total 73.899 siswa yang mengikuti UN, dinyatakan 2.907 siswa dinyatakan tidak lulus. Siswa yang tidak lulus dalam UN tahun ini tidak perlu berkecil hati, karena mereka boleh mengikuti UN susulan.

 

Lebih lanjut Jonshon mengatakan, kelulusan tahun ini mengalami peningkatan sekitar 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Sementara, tingkat kelulusan tertinggi tahun 2010 di dominasi Kota Metro. Dalam pengumuman hasil UN 2010 yang dilakukan serentak, Senin (26-4), Metro mampu mengungguli Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi. Tim Teknis Pengolahan Data Ujian Nasional Lampung Eddy Hartono memaparkan tiga sekolah terbaik untuk IPA meliputi SMAN 3 Metro dengan total nilai 53,23, SMAN 1 Metro (52,18), dan SMAN 2 Bandar Lampung (52,56). Untuk IPS, SMAN 1 Metro (51,10), SMAN 3 Metro (51,03), dan SMAN 2 Bandar Lampung (50,52).

 

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa UN kali ini merupakan UN transisi. Tingkat kelulusan UN se-Indonesia akan dijadikan tolok ukur oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD), apakah UN akan datang dapat diteruskan atau akan digantikan dengan model evaluasi lainnya yang setara dengan UN.

 

Anggota DPD Asal Lampung Ahmad Jajuli mengatakan, siswa dan orang tua selalu stress saat menghadapi UN. Padahal subtansi dari sebuah pendidikan itu bukan terletak pada angka saja. “Pendidikan itu subtansinya lebih pada mendidik moral anak bangsa, supaya tidak tergerus arus di zamannya,” kata Ahmad Jajuli.[Kaysa]

   

Abdul Hakim Perjuangkan Perbaikan Jalinsum

Fraksi-PKS Online: Anggota Komisi V DPR, Abdul Hakim meminta perbaikan Jalan Lintas Sumatera di Lampung Selatan harus menjadi prioritas Kementerian Pekerjaan Umum karena merupakan urat nadi pergerakan arus barang dan penumpang dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya. Hal itu ia cetuskan dalam rapat kerja Komisi V DPR bersama Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang membahas perubahan APBN (APBN-P) 2010, Selasa malam (13/4).


Sebelumnya Abdul Hakim juga mendesak Departemen Pekerjaan Umum (PU) untuk mengalokasikan dana perbaikan jalinsum di KM 80+200, Dusun Penegolan, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni yang longsor  pada Februari lalu.  Selain itu, mereka juga meminta Departemen PU untuk memprioritaskan perbaikan tiga gorong-gorong di Km 81+500, Km 77+800 dan Km 76+950 yang juga memerlukan penanganan karena dapat longsor sewaktu-waktu.


"Sejak dibangun tahun 1982, gorong-gorong dan jembatan yang ada di sepanjang Jalan dari Bakauheni—Tanjungkarang belum pernah mengalami perbaikan. Padahal sudah melampaui umur teknis. Puncaknya Februari lalu. Jalur utama ini terputus dan menyebabkan tersendatnya arus penumpang dan barang." jelas Hakim dalam rapat kerja yang juga dihadiri Menteri Perhubungan Freddy Numbery, Menteri PDT Helmy Faizal Zaini, serta Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa.


Karena itu, kepada Menteri PU Djoko Kirmanto, Hakim mendesak dana agar dana perbaikan Jalinsum di empat titik rawan longsor dianggarkan dalam APBN-P yang akan segera dibahas Badan Anggaran (Banggar).


Anggota DPR asal Lampung lainnya H. Zulkifli Anwar dan Usmawarni Peter juga mendesak Departemen PU untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalinsum di empat titik rawan longsor tersebut. Menurut mereka, perbaikan jalinsum sangat mendesak  terlebih untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik lebaran September mendatang.


"Perbaikan jalinsum diempat titik longsor itu sudah sangat mendesak dan harus menjadi program prioritas PU. Musibah longsor Februari lalu membuat arus barang dan penumpang ke jawa dan sumatera terputus. Jika tidak diperbaiki saat ini, bisa-bisa terputus lagi akibat longsor," kata Zulkifli.
Selain itu, Kementerian PU diminta mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan alternatif Ketapang—Gayam yang rusak sebagai akibat terputusnya Jalinsum, Februari lalu.


"Jalan alternatif  Ketapang—Gayam harus dibenahi, karena ini jalur alternative terpendek dari Bakauheni menuju Kalinda dan Tanjung Karang. Dan disaat terjadi lonjakan penumpang saat mudik, jalur ini sangat membantu mengurai kemacetan. Karena itu sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah," kata Usmawarni Peter, anggota DPR Dapil lampung dari Fraksi Demokrat.


Untuk memperbaiki Jalinsum di empat titik rawan longsor tersebut, Satker  Pembangunan jalan dan jembatan provinsi Lampung mengajukan usulan tambahan anggaran  sebesar Rp1, 939 miliar untuk pembangunan jembatan di KM 80+200 dan pemeliharaan ruas jalan alternatif Ketapang—Gayam melalui anggota Komisi V asal Lampung.  Sebelumnya, untuk perbaikan jalinsum ini satker sudah mendapatkan anggaran  sebesar Rp. 4,5 miliar dan sudah dimanfaatkan untuk mengfungsikan Jalinsum dan memeilihara jalan alternatif yang rusak parah akibat pengalihan kendaraan berat.


Sementara untuk pekerjaan 3 gorong-gorong di KM 81+500, 77+800 dan 76+950 membutuhkan dana Rp7,047 miliar yang terdiri pekerjaan perbaikan di KM titik  81+500 sebesar Rp2,713 miliar, 77+800  sebesar Rp2,57 miliar dan 76+950  sebesar Rp. 1,763 miliar.


Dalam raker membahas APBN-P, Departemen Pekerjaan Umum mengajukan penambahan alokasi anggaran sebesar Rp805,2 miliar. Dana tersebut tersebar dalam lima kegiatan yaitu pembangunan dan peningkatan jalan Rp628 miliar, pengedalian banjir Rp40 miliar, penyediaan infrastruktur dengan skema KPS/PPP Rp. 2 miliar, bantuan langsung Rp35 miliar dan penyodetan kali CIliwung dan pembebasan tanah sebesar Rp.100 miliar.[Yunita]


   

Petani Lampung Mengeluhkan Penurunan Harga Jual Kakao

BANDAR LAMPUNG—Sejak diberlakukannya Peraturan Mentri Keuangan (Permenkeu) Nomor 67 tahun 2010, tentang bea tarif keluar atas barang ekspor, harga Kakao di tingkat petani mengalami penurunan hingga Rp 18 ribu dari semula Rp 23 ribu. Hal itu tersampaikan oleh perwakilan petani di Lampung Soni, saat menyampaikan permasalahan petani pada Komisi I dan II DPRD Provinsi Lampung, Senin siang (12-04).

 

Soni mengatakan, petani di Lampung sangat keberatan dengan adanya peraturan yang baru ditetapkan 1 April lalu. Jangankan adanya Permenkeu yang baru, dengan  tidak adanya permenkau saja kesejahtearaan petani tidak tercukupi.

 

Permasalahan yang dari dahulu timbul namun belum juga mendapat menyelesaian yang baik adalalah, munculnya penyakit pada batang kakao, belum lagi curah hujan. ”Semua itu dapat menyebabkan produktivitas hasil petani menurun, apalagi  di tambah dengan peraturan memberlakukan bea ekspor pada komoditas kakao atau sejenisnya sebesar 10 persen dari harga kakao per kilogram,” kata Soni.

 

Jadi kalau kira-kira harga kakao mencapai Rp 27.000 perkilogramnya, berarti ada Rp. 2700 biaya tambahan yang dibebankan oleh petani. Oleh kaena petani tidak mau membayar tarif tersebut, maka eksprotirpun menurunkan harga beli kakao ke petani. Soni menambahkan, memang peraturan tersebut diberlakukan pada eksportir, namun eskportir juga tidak mau merugi dan membebankan biaya tambahan itu pada petani. Jadi harga beli kakao semakin murah saja.

 

Sementara berdasarkan Permenkau No 67 tahun 2010 barang ekspor yang dikenakan bea keluar dan tarif bea keluar adalah rotan sebesar 20 sampai 15 persen, kemudian kulit sapi, biri-biri dan kerbau sebesar 15 sampai 25 persen, kayu 2- 15 persen dan kakao dan sejenisnya berkisar antara 5 sampai 15 persen.[Amah Kaysa]

   

Page 3 of 11

Polling

Situs ini masih masa percobaan. Bagaimana menurut anda?
 

Alamat

Jl. Untung Suropati No. 3 Labuhan Ratu, Kedaton - Bandar Lampung  35142 telp. (0721) 773313 | fax. (0721) 709809 | mail: humaspkslpg@gmail.com

Who's Online

We have 3 guests online