Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dalam tatanan berbangsa dan bernegara, perubahan itu mutlak diperlukan, agar bangsa ini senantiasa selalu berada pada rel kehidupan yang baik dan sejahtera. Dan salah satu momentum perubahan itu bisa bermula dari sebuah proses pemilihan kepala daerah (pilkada). Perjuangan untuk memilih pemimpin yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap umat.
Sebab, dakwah ini membutuhkan kemenangan, agar roda dakwah dapat bergeliat dengan baik. Agar kelak kita mampu mengeliminir kendala-kendala lapangan yang selama ini mengebiri gerakan dakwah.
Masyarakat butuh dengan dakwah kita, dan kita butuh pemerintah yang peduli dengan kemaslahatan umat untuk menyokong roda dakwah kita.
Menyikapi momen Pilkada Lampung yang sebentar lagi akan digelar. Kita selaku kader dan simpatisan partai dawah pun harus segera berbenah dan mempersiapkan diri untuk ambil bagian dalam pertarungan ini (jihad siyashi). Layaknya sebuah gerbong yang besar, tentunya dibutuhkan kesamaan persepsi dan gerakan dalam menyukseskan pilkada kali ini.
Ini tak terlepas dari, adanya kepemahaman kader yang jelas dalam memandang realita politik yang sedang kita hadapi. Idealnya, kita memilih kader internal PKS sebagai calon nomor satu dan dua, atau kita memilih kandidat eksternal yang paling baik akhlaknya di mata publik. Namun hitungan politik tak sesederhana itu. Banyak hal yang harus dijadikan pertimbangan, bila kemenangan dakwah menjadi prioritasnya saat ini. Dan kemenangan menjadi sebuah kebutuhan bagi pengakuan perjuangan dakwah kita kedepannya.
Kebijakan politik dalam islam bersifat ijtihadiyah dan bukan qath’iyah, artinya menerima pemikiran-pemikiran dengan pertimbangan yang rasional, atau bersifat murunah (elastis) selama tidak berdampak buruk pada citra Partai Islam.
Amatlah penting, bila setiap kader di semua lapisan, sebagai awalan untuk mengedepankan sikap khusnudzon (prasangka baik) dalam menerima kebijakan struktur partai, karena setiap keputusan yang dikeluarkan, pastilah telah melewati berbagai tahapan dan dengan pertimbangan yang dalam dan matang. Tidaklah asal-asalan, semua kebijakan ini lahir dari proses syuro yang berisikan orang-orang yang mumpuni dalam masalah ini. Selanjutnya para kader bisa pro aktif mencari tau apa alasan di balik sebuah keputusan itu. Tentunya dalam hal ini, secara struktur PKS juga berusaha memberikan penjelasan kepada kader tentang setiap kebijakan yang diambil partai ini.
***
Ujian bagi pemimpin adalah memenuhi komitmen mereka pada yang telah mengusung dan memilihnya. Ujian rakyat adalah sabar bila ternyata pemimpin yang dipilihnya menghianatinya atau tidak memenuhi komitmennya diawal.
Dalam konteks pemerintahan, kita pahami bahwa tugas rakyat adalah memilih pemimpin(imam) dan taat pada pemimpin, sedangkan tugas pemimpin (imam) setelah di pilih rakyat adalah berlaku adil dan bertanggung jawab atas kondisi rakyatnya. Maka dirasa penting, bila rakyat tidak apatis dalam proses pilkada nanti. Karena memilih pemimpin termasuk jihad seorang rakyat, yang menjadi kewajiban yang harus ditunaikan. Memilih pemimpin yang baik dari yang buruk atau yang lebih baik dari yang baik.
KH. Ari Wibowo,Lc
Ketua Dewan Syariah


