PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

You are here: Home

PKS Menerima Kedatangan Obama di Indonesia

BANDAR LAMPUNG--Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan memobilisasi masa untuk melakukan penolakan terkait kunjungan Presiden Amerika Serikan Barack Husein Obama  pada tanggal 20 maret mendatang. Hal itu disampaikan Presiden PKS Lampung Lutfi Hasan Ishaaq, pada sejumlah wartawan lokal dan nasional di Lampung, saat jumpa pers sekaligus peresmian pers room DPW PKS Lampung, Minggu sore (14-03).

 

Menurutnya umat Islam adalah komunitas yang sangat menghargai dan menghormati tamu. Dalam hal ini PKS sangat menerima kedatangan Barack Obama. "Sebagai tuan rumah dan warga negara PKS tidak akan melakukan langkah destruktif yang sifatnya menggagalkan kedatangan tamu," kata Lutfi Hasan Ishaaq.

 

 Selain menyambut baik kedatangan Presiden Amerika Serikat, PKS juga memberi support pada pemerintah dalam menjalin kerjasama dan membangun kesepahaman antantara Indonesia dan Amerika Serikat, demi terwujudnya masa depan yang lebih baik.

 

Dapat disampaikan bahwa kedatangan Lutfi Hasan di Lampung dalam rangka konsolidasi antara kader inti PKS, jajaran struktur wilayah dan daerah dan bertemu dengan tujuh pasangan calon yang diusung dan didukung oleh PKS dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), yang akan dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus mendatang. Adapun ke tujuh kota dan kabupaten yang akan melakukan pilkada tersebut adalah Bandar Lampung (Eddy Sutrisno-Hantoni Hasan), Lampung Tengah (Yurida-Mufti Salim), Pesawaran (Pattimura-Johan Sulaiman), Way Kanan (Bustami Zainudin-Raden Nasution), Lampung Selatan (Wendy Melfa-Antoni Imam) dan Metro (Lukman Hakim-Saleh Chandra).[Nie] 

 

 

 

 

Seriusi Pemilukada, Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq ke Lampung

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BANDAR LAMPUNG--Seriusi Pemilukada, Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq ke Lampung. Pada sabtu malam (13/3) pukul 20.00 sd selesai, Lutfi bersama rombongan akan bersilaturahmi dengan 5 pasang calon Bupati- wakil bupati dan 2 pasang calon walikota-wakil walikota yang diusung oleh DPW Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Lampung. Edi Sutrisno dan Hantoni Hasan untuk Kota Bandar Lampung. Lukman Hakim dan Saleh Candra (Metro), Wendy Melfa dan Antoni Imam (Lampung Selatan), Pattimura dan Johan Sulaiman (Pesawaran),  Yusran Amirullah dan Bambang Imam Santoso (Lampung Timur) dan Yurida Erwin Nizar dan Mufti Salim (Lampung Tengah).

 

Dalam silaturahmi itu Presiden direncanakan menyampaikan nasihat-nasihat dan platform pembangunan PKS kepada 7 pasang kandidat pemimpin daerah tesebut.

 

Hari Ahad (14/3) di Graha Parahita Hotel Marcopolo, Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq akan memberikan pidato pengokohan kader untuk pemenangan Pemilukada se provinsi Lampung. Acara ini diikuti oleh kader Inti dan Tim Pemenangan Pemilukada PKS se provinsi Lampung. Acara ini direncanakan berlangsung dari pukul 08.00 s.d 12.00 WIB.

 

Pada pukul 13.00 sd 15.30, Lutfi akan memberikan arahan kepada  Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Lampung dan Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS se Provinsi Lampung. Dalam pertemuan ini, presiden akan menyampaikan bagaimana menyiapkan partai dalam pengelolaan Negara dan menyiapkan kader-kader dalam pengelolaan pembangunan bangsa.

 

Pada pukul 16.30 s.d 17.00, di Media Room DPW PKS Lampung Presiden PKS akan bersilaturahmi dengan Pimpinan Media Cetak maupun Elektronik dan wartawan. Dalam kesempatan ini, selain berdiskusi dan meminta masukan dari pimpinan media, Lutfi juga akan meresmikan Media Room DPW PKS lampung.[Ade Utami Ibnu]

 

 

 

 

 

   

Dawah Harus Menang

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

KH. Ari Wibowo,Lc

Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS Lampung


“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar Ra’d : 11)

Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dalam tatanan berbangsa dan bernegara, perubahan itu mutlak diperlukan, agar bangsa ini senantiasa selalu berada pada rel kehidupan yang baik dan sejahtera. Dan salah satu momentum perubahan itu bisa bermula dari sebuah proses pemilihan kepala daerah (pilkada). Perjuangan untuk memilih pemimpin yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap umat.

Sebab, dakwah ini membutuhkan kemenangan, agar roda dakwah dapat bergeliat dengan baik. Agar kelak kita mampu mengeliminir kendala-kendala lapangan yang selama ini mengebiri gerakan dakwah.

Masyarakat butuh dengan dakwah kita, dan kita butuh pemerintah yang peduli dengan kemaslahatan umat untuk menyokong roda dakwah kita.

Menyikapi momen Pilkada Lampung yang sebentar lagi akan digelar. Kita selaku kader dan simpatisan partai dawah pun harus segera berbenah dan mempersiapkan diri untuk ambil bagian dalam pertarungan ini (jihad siyashi). Layaknya sebuah gerbong yang besar, tentunya dibutuhkan kesamaan persepsi dan gerakan dalam menyukseskan pilkada kali ini.

Ini tak terlepas dari, adanya kepemahaman kader yang jelas dalam memandang realita politik yang sedang kita hadapi. Idealnya, kita memilih kader internal PKS sebagai calon nomor satu dan dua, atau kita memilih kandidat eksternal yang paling baik akhlaknya di mata publik. Namun hitungan politik tak sesederhana itu. Banyak hal yang harus dijadikan pertimbangan, bila kemenangan dakwah menjadi prioritasnya saat ini. Dan kemenangan menjadi sebuah kebutuhan bagi pengakuan perjuangan dakwah kita kedepannya.

Kebijakan politik dalam islam bersifat ijtihadiyah dan bukan qath’iyah, artinya menerima pemikiran-pemikiran dengan pertimbangan yang rasional, atau bersifat murunah (elastis) selama tidak berdampak buruk pada citra Partai Islam.

Amatlah penting, bila setiap kader di semua lapisan, sebagai awalan untuk mengedepankan sikap khusnudzon (prasangka baik) dalam menerima kebijakan struktur partai, karena setiap keputusan yang dikeluarkan, pastilah telah melewati berbagai tahapan dan dengan pertimbangan yang dalam dan matang. Tidaklah asal-asalan, semua kebijakan ini lahir dari proses syuro yang berisikan orang-orang yang mumpuni dalam masalah ini. Selanjutnya para kader bisa pro aktif mencari tau apa alasan di balik sebuah keputusan itu. Tentunya dalam hal ini, secara struktur PKS juga berusaha memberikan penjelasan kepada kader tentang setiap kebijakan yang diambil partai ini.
***
Ujian bagi pemimpin adalah memenuhi komitmen mereka pada yang telah mengusung dan memilihnya. Ujian rakyat adalah sabar bila ternyata pemimpin yang dipilihnya menghianatinya atau tidak memenuhi komitmennya diawal.

Dalam konteks pemerintahan, kita pahami bahwa tugas rakyat adalah memilih pemimpin(imam) dan taat pada pemimpin, sedangkan tugas pemimpin (imam) setelah di pilih rakyat adalah berlaku adil dan bertanggung jawab atas kondisi rakyatnya. Maka dirasa penting, bila rakyat tidak apatis dalam proses pilkada nanti. Karena memilih pemimpin termasuk jihad seorang rakyat, yang menjadi kewajiban yang harus ditunaikan. Memilih pemimpin yang baik dari yang buruk atau yang lebih baik dari yang baik.


   

Mengapa PKS Memilih?

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Perhelatan Pilkada yang akan segera di gelar di 7 kota dan kabupaten se-Lampung. Penting bagi struktur Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung untuk melakukan pembenahan dan penguatan di internal partai.

Mengingat dalam pilkada ini, PKS merupakan salah satu partai yang juga mengajukan langsung kadernya untuk diusung sebagai calon wakil bupati (cawabup) di 4 kota atau daerah. Seperti Bandar lampung (Eddy Sutrisno-Hantoni Hasan), Pesawaran (Pattimura-Johan Sulaiman) Lampung Selatan (Wendy Melfa-Antoni Imam) dan Lampung Tengah (Yurida-Mufti salim). Sedangkan untuk Pilkada di daerah lainnya, PKS merasa cukup untuk saat ini mendukung cabub-cawabup dari eksternal, seperti untuk pilkda Waykanan (Bustami Zainuddin-Raden Nasution) dan Metro (..).

Ketua Dewan Syariah PKS Lampung, KH.Ari Wibowo, Lc menuturkan layaknya sebuah kapal yang besar, bermuatan banyak orang. Tentu bukan hal mudah untuk menyatukan begitu banyak kepala dalam sebuah kesamaan pilihan. Dibutuhkan pengertian dan pemahaman yang jelas bagi semua pendukung dan simpatisan PKS, mengapa pilihan dijatuhkan pada pasangan cabup-cawabup tersebut. Agar kedepannya ada kesamaan gerak dalam memenangkan pasangan cabup-cawabup yang akan kita usung.

”Patut diketahui, bahwa kebijakan politik dalam Islam bersifat ijtihadiyah dan bukan qath’iyah, artinya menerima pemikiran-pemikiran dengan pertimbangan yang rasional, atau bersifat murunah (elastis) selama tidak berdampak buruk pada citra Partai Islam,” kata Ari Wibowo saat ditemui di ruang kerjanya. Mengacu pada landasan syariat tersebut, maka PKS mencoba untuk mempertimbangkan banyak hal secara keseluruhan sebelum menjatuhkan sebuah putusan.

Pertimbangan realistisnya adalah, pertama karena tidak cukupnya perahu (parpol) PKS untuk maju sebagai bupati atau walikota dalam pemilihan kepala daerah Juni dan Agustus mendatang. ”Sejauh ini PKS sudah berusaha memajukan kader menjadi nomor satu, melalui pendekatan ke berbagai parpol yang ada. Namun usaha ini terkendala faktor kekuatan finansial yang dimiliki PKS,” tambah lelaki berwajah teduh ini.


Pertimbangan berikutnya, terkait realita perolehan suara PKS di Pemilu kemarin, PKS hanya mencapai sekitar 10 persen dari total suara yang ada. Kecilnya perolehan suara PKS pada pemilu kemarin, menjadi pertimbangan untuk tidak dapat paksakan kehendak dengan maju sendiri di Pilkada nanti.

Selanjutnya, dalam menentukan calon eksternal yang akan dipasangkan dengan kader PKS di Pilkada 2010. PKS juga tidak asal-asalan dalam menentukan pilihannya. ”Ada beberapa pertimbangan yang diambil. Pertama adalah faktor tingkat ketenaran calon eksternal yang akan diusung PKS.

Kedua, citra tokoh yang akan di pilih tidak merusak atau menciderai citra partai Islam. Dalam hal ini, paling tidak yang bersangkutan adalah orang yang masih memiliki kepribadian yang baik dan berkomitmen untuk peduli terhadap kemajuan masyarakat dan dunia Islam.

Ketiga, penerimaan kader PKS terhadap calon yang diusung. ”Ini menjadi penting, karena kader lah yang kelak menjadi ujung tombak dalam proses sosialisasi dan gerakan pemenangan pilkada kedepannya,” tambah Anggota Dewan Provinsi Lampung ini. Penerimaan kader ini tak bisa diperjual belikan. Penerimaan ini lahir dari pemahaman yang jelas terhadap pilihannya untuk tetap bersama PKS.

Terakhir, tak kalah pentingnya adalah komitmen dari kandidat yang akan di usung PKS telah menyepakati poin-poin penting yang tertuang dalam kesepakatan bersama antara PKS dan kandidat bersangkutan serta partai pengusung lainnya. Kelak amanah ini harus ditunaikan oleh masing-masing kandidat bila mereka terpilih di Pilkada nanti.

**

Kemungkinan, Pilkada Lampung Tengah PKS akan mengusung  Hj. Yurida Erwin Nizar berpasangan dengan Mufti Salim. Hal ini didasari pada beberapa pertimbangan, pertama terkait komitmen awal antara PKS dan Parpol koalisi untuk mengusung almarhum Erwin Nizar (suami Hj. Yurida), namun dikarenakan wafatnya Erwin, sebagai itikad baik menjaga komitmen yang telah disepakati, PKS dan mitra koalisi memberi ruang bagi ahli waris untuk bermusyawarah memutuskan pengganti mendiang Erwin Nizar.

 

Pilihan ini juga dinilai baik, karena akan lebih bisa menjaga konsolidasi Parpol pengusung yang telah berkoalisi diawal. Sebab bila menjaring lagi kandidat cabup dari luar Parpol koalisi, koalisi ini bisa pecah. Ketika dimajukan salah satu dari mitra koalisi untuk menjadi kandidat cabup, terjadi kebuntuan.

 

Sementara dari tinjauan syariat, Dewan Syariah Pusat PKS telah mempersilakan PKS Lampung untuk mengambil pilihan itu, dengan pertimbangan, bahwa untuk kepemimpinan nasional (Presiden) tidak boleh perempuan, tapi untuk pemimpin daerah boleh perempuan. Tinjauan syar’inya, untuk pemimpin nasional dan imam sholat dikhususkan untuk lelaki (gender), namun untuk pemimpin yang bersifat lokal, maka disini yang dikedepankan adalah kapasitas yang dimiliki bukan gendernya. Tapi, tentunya dengan syarat bila pilihan mengusung cabup perempuan ini diterima oleh kader dan merupakn alternatif terbaik untuk saat ini.[Amah Wildan/Tie]

   

Page 1 of 5

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Polling

Situs ini masih masa percobaan. Bagaimana menurut anda?
 

Alamat

Jl. Untung Suropati No. 3 Labuhan Ratu, Kedaton - Bandar Lampung  35142 telp. (0721) 773313 | fax. (0721) 709809 | mail: humaspkslpg@gmail.com

Who's Online

We have 1 guest online